Anak Ranting

Halaman

Minggu, 20 Juni 2021

BERBAGAI CARA PENGOBATAN TRADIONAL SUKU BANJAR DENGAN MEMANFAATKAN TANAMAN SEKITAR

Pada masyarakat tradional khususnya masyarakat suku Banjar di Kalimantan Selatan, sebelum dikenalnya pengobatan secara modern berbagai macam tanaman atau tumbuhan dipercaya dapat menyembuhkan berbagi  macam penyakit, dan hal tersebut masih di percaya hingga saat ini, berikut beberapa jenis penyakit dan cara pengobatannya :

1. GETAH KALADI UNTUK MENGHENTIKAN PENDARAHAN PADA LUKA KECIL 

foto : istimewa

Saat mengalami luka karena terjatuh, tersayat pisau yang sifatnya luka kecil masyarakat suku banjar akan mengoleskan dengan getah kaladi/talas yang di dapat dengan cara memotong batang keladi (talas), getah pada batang kaladi (talas) di percaya dapat menghentikan dengan cepat darah yang keluar dari luka sekaligus buat penyembuhan luka.

2. DAUN JAMBU KLUTUK UNTUK MENGOBATI BAHIRAAN / DIARE

foto : istimewa

Daun Jambu klutuk/jambu biji di percaya dapat menembuhkan sakit pencernaan atau biasa di sebut masyarakat banjar bahiraan (diare), adapun cara pengolahannya ambil beberapa lembar daun jambu klutuk yang masih muda (pucuk) lalu cuci bersih, untuk orang dewasa bisanya akan langsung dikunyah daun tersebut namun untuk anak-anak/balita setelah daun di cuci bersih tumbuk daun tersebut hingga halus lalu tambahkan air hangat, kemudian saring pisahkan ampasnya, air dari tumbukan daun jambu klutuk/jambu biji tersebut minumkan ke anak/balita yang terkena bahiraan/diare.

3. BUAH PISANG AWA UNTUK MENYEMBUHKAN SAKIT MAAG

Foto : istimewa

Untuk mengobati penyakit maag atau nyeri pada lambung secara tradional masyarakat banjar cukup sederhana yakni hanya dengan mengkonsumsi pisang awa baik yang sudah masak ataupun yang masih mentah.

4.  AIR LIMAU NIPIS UNTUK MENGATASI BATUK RINGAN

foto : istimewa

Untuk mengatasi sakit batuk secara tradisional masyarakat banjar biasanya dengan mengkonsumsi perasan air jeruk nipis yang di campur dengan kecap asin, selain itu bisa juga dengan minum asam kamal/asam jawa yang dicampur sedikit gula habang.

5. BIJI BUAH KALANGKALA UNTUK MENGATASI KEBABAGUSAN/BALAWA

foto : istimewa

Kebabagusan atau bisa juga disebut orang Balawa merupakan penyakit yang berupa bengkak pada bagian leher, untuk mengatasi penyakit ini secara tradisional masyakat banjar menggunakan biji buah kalangkala yang di bakar kemudian dicampur dengan minyak lamak (minyak dari kelapa) dan dioleskan pada leher yang bengkak, selain itu juga biasa digunakan blau cuci pakaian. 

Demikian sedikit informasi berbagai cara pengobatan tradional yang biasa digunakkan masyarakat suku banjar kalimantan selatan. 

Kamis, 17 Juni 2021

MENGOBATI PENYAKIT KAYAP MENGGUNAKAN TAHI (KOTORAN) CACING

 

Ilustrasi gambar kayap/herpes @hellosehat.com

KAYAP sering di sebut-sebut oleh masyarakat suku banjar Kalimantan Selatan, untuk sejenis penyakit kulit basah, bergelembung berisi air, gatal dan terasa nyeri seperti terbakar hingga menembus bagian belakang/depan bagian tubuh yang terinfeksi virus ini.

Dalam dunia medis Kayap ini disebut dengan  nama Herpes Zoster (Cacar Api/Cacar Ular), yang mana disebabkan oleh inpeksi Herpes Simplex Virus (HSV) dan penyakit kulit ini dapat menular dari penderita ke orang lain jika terkena cairan dari gelembung kayap/herves.

Pada masyarakat tradisional khususnya masyarakat suku Banjar Kalimantan Selatan, pada masa lampau/dahulu sebelum mengenal pengobatan modern, mereka lebih mengenal obat atau  ramuan yang berasal dari alam sekitar baik berupa tumbuh-tumbuhan dan hewan, sehingga sampai saat ini tidak dapat di kesampingkan dalam hal ikhtiar untuk kesembuhan berbagai penyakit.

gambar @adearisandi.wordpress.com

Begitupun untuk penyembuhan penyakit kayap/herpes ini, banyak cara tradisional yang beredar di masyarakat suku banjar untuk mengobatinya antara lain salah satunya dengan menggunakan Tahi (kotoran) Cacing, 

Sebagaimana pengalaman penulis dalam menerapkannya saat terinfeksi virus ini, adapun cara penggunaan Tahi (kotoran) Cacing, pertama ambil tahi cacing pada pagi hari karena masih basah, kemudian oleskan/kasai pada bagian yang terinfeksi, biarkan hingga mengering usahakan mulai di terapkan pada saat baru  terinfeksi, efek yang di rasakan setelah mengoleskan tahi cacing teersebut kulit akan terasa lebih dingin yang mana sebelumnya terasa panas saat belum di oleskan.

Untuk selajutnya tetaplah gunakan obat-obatan yang direkomendasikan oleh dokter baik berupa salep dan obat yang di minum, dan hindarkan menggaruk walaupun gatal-gatal yang sangat di rasakaan. Insha Allah kurang dari seminggu bagian yang terinfeksi akan mengering.

Semoga bermanfaat atas setiap ikhtiar kita dalam pengobatan walau bersumber dari kebiasaan-kebiasaan masyarakat tradisional di sekitar kita.

ARTIKEL POPULER