Foto : Dokumentasi Pribadi
Batamat Qur'an merupakan istilah yang selalu di sebut oleh masyarakat Suku BANJAR Kalimantan Selatan untuk berakhirnya proses belajar mengaji (Khatam) Al Qur'an hingga 30 Juz dan pada umumnya di laksanakan atau di gelar setiap Bulan Maulid atau Bulan Rabiul Awal dimana sekaligus meramaikan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, dalam pelaksanaanya dapat di lakukan secara sendiri atau secara berkelompok, bahkan ada calon pengantin yg melaksanakannya.
Tradisi "Batamat" pada dasarnya memadukan unsur budaya lokal dan pendatang khususnya dari tanah Arab dimana bisa di lihat dari model busana - busana yang di kenakan pada saat melaksanakan acara batamat.
Foto : Dokumentasi Pribadi
Dalam pelaksanaan tradisi "Batamat" secara berkelompok akan di mulai dengan melaksanakan pawai / arak-arakan para peserta dengan berjalan kaki menuju tempat dilangsungkannya acara batamat, baik itu di masjid ataupun di tempat lainnya dengan di iringi lantunan syair - syair syalawat nabi.
Foto : Dokumentasi Pribadi
Sebagai pelengkap tradisi "Batamat" masing - masing peserta menyediakan pepayungan yang terbuat dari kembang beraneka warna dan aroma yg di susun secara bertingkat, selain itu sebagai tanda syukur atas telah tamatnya belajar Al Qur'an para peserta juga menyediakan makan berupa Nasi Ketan, Ayam Panggang, Telur Rebus, serta makanan ringan bahkan untuk menarik minat pengunjung yang menyaksikan di gantung beberapa lembar uang kertas yg akan di bagi bahkan diperebutkan saat selesai acara batamat, adapun keseluruhan makanan tersebut di letakkan pada tempat khusus yang biasa di sebut Balai - balai yang berbentuk miniatur rumah.
Dalam "Batamat" Al Qur'an para peserta membacakan ayat -ayat Al Qur'an yang terdapat dalam Juz 30, satu persatu ayat dalam Juz 30 di baca secara bergantian oleh peserta batamat pada setiap akhir ayat akan di ikuti oleh hadirin yang hadir.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar