foto : Dokumentasi Pribadi
Setelah sebelumnya dalam tradisi pernikahan adat Banjar calon pengantin melakukan prosesi bamandi - mandi atau bapapai, maka pada saat prosesi pernikahan, pengantin akan melakukan tradisi Bausung atau di gendong untuk turun kepelaminan.
Tradisi Bausung yakni menggendong pasangan pengantin yang biasanya di lakukan saudara atau orang lain yang dianggap kuat untuk mengangkat/menggendong pasangan pengantin hingga beberapa saat sambil berkeliling sekitar halaman rumah mempelai, sehingga pasangan pengantin di anggap sebagai Raja dan Ratu sehari.
foto : Dokumentasi Pribadi
Dalam pelaksanaan prosesi Bausung selalu di iringi tabuhan musik gamelan dan gong musik banjar serta atraksi dari pesilat banjar atau sering di sebut Kuntau, pada awalnya prosesi adat Bausung ini hanya di laksanakan oleh kalangan berada namun pada perkembanganya Bausung menjadi sarana hiburan saat pelaksanaan pesta pernikahan masyarakat banjar.
Diharapkan tradisi adat banjar Bausung ini tetap terjaga selain sebagai warisan nenek moyang masyarakat banjar yang berharga juga sebagai ciri khas akan suatu daerah bahkan ciri khas suku banjar Kalimantan Selatan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar