Anak Ranting: TRADISI BAMANDI - MANDI PENGANTIN BANJAR

Halaman

Senin, 14 Juni 2021

TRADISI BAMANDI - MANDI PENGANTIN BANJAR



Foto : Dokumentasi Pribadi

Tradisi Bamandi - Mandi atau juga di sebut Bapapai  dalam Pernikahan Adat Banjar Kalimantan Selatan pada umumnya dilakukan sebelum upacara perkawinan, tujuan dari digelarnya tradisi bamandi - mandi atau bapapai agar calon pengantin di harapkan terhindar dari hal - hal buruk yang bisa  terjadi saat dilangsungkannya pernikahan nanti, selain  itu bisa diartikan sebagai simbol bahwa calon pengantin telah memasuki masa dewasanya.

Sebelum di langsungkannya proses bamandi - mandi, pihak keluarga calon pengantin menyediakan perlengkapan yang menjadi pelengkap proses bamandi - mandi antara lain, Tempat air, Bunga - bunga, Mayang Pinang, Nyiur/Kelapa muda, Piduduk (Beras, Gula Merah, Kelapa), Lilin dan Cermin


Foto : Dokumentasi Pribadi


Dalam prosesi bamandi - mandi calon pengantin dilakukan peyiraman oleh para keluarga atau tetuha wanita yang di tunjuk oleh  pihak keluarga, sebelum di laksanakan prosesi bamandi - mandi biasanya calon penganti di minta berjalan mengitari lokasi bamandi - mandi sebanyak 7 kali.

Untuk memulai prosesi bamandi  - mandi calon pengantin, para tetuha akan melakukan percikan atau papaian dan selanjutnya di mandikan sebanyak secara bergantian hitungan ganjil bisa 3, 5 atau 7 kali, setelah selesai bamandi - mandi calon pengantin akan di sisiri serta di minyaki, dan pada akhir prosesi para tetuha juga akan mengelilingkan lilin dan cermin sebanyak 3 kali serta mekasaikan pupur kepada calon pengantin, sebagai penutup prosesi akan di  lakukan do'a bersama serta menyantap hidangan berupa nasi ketan.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ARTIKEL POPULER